LAYANAN AQIQAH DI CINERE DEPOK

Nama pada anak:
Pemberian Nama bayi dapat dilakukan pada hari kelahirannya, hari ketiga, atau setelahnya pada hari ketujuh atau setelah hari ketujuh, karena ini jelas setelah mempelajari semua bukti dari Sunnah.

Ayah atau ibu yang memilih nama untuk bayinya. Jika mereka berbeda di antara mereka sendiri maka bapaklah yang punya pilihan, dia boleh menamainya sendiri atau memberi hak kepada istrinya untuk memilih. Fakta bahwa ini adalah hak ayah ditunjukkan oleh prinsip bahwa anak dianggap berasal dan dikaitkan dengan ayah, seperti yang dikatakan Allah (artinya): “Panggil mereka dengan [nama] ayah mereka; itu lebih adil di sisi Allah… ”[Qur’an 33: 5]
Orang tua juga diperbolehkan untuk mengijinkan orang lain untuk menamai anak itu, karena Nabi kita dulu menyebut beberapa anak dari para sahabatnya nur aqiqah depok.
Nama itu harus memiliki makna yang baik dan terpuji seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Pada hari kiamat, kamu akan dipanggil dengan nama dan nama ayahmu, jadi buatlah namamu baik.” [Abu Daawood]

Dianjurkan untuk menyebut diri sendiri Abdullaah (hamba Allah) atau hamba dari salah satu nama Allah. Kemudian disarankan untuk menamai seorang anak dengan nama Nabi, karena Hadits: “Panggil dirimu dengan nama para Nabi.” [Abu Daawood]
Dan hadits: “Seorang anak laki-laki telah lahir untukku malam ini dan aku memanggilnya setelah leluhurku Ibraheem.” [Muslim]
Maka dianjurkan untuk menamai anak dengan nama orang saleh dengan harapan akan menjadi seperti dia. Maka dianjurkan untuk menyebutkan nama apapun yang memiliki arti yang baik.
Dilarang menamai anak dengan nama yang menunjukkan pengabdian kepada selain Allah, misalnya Abd An-Nabi, Abd Ar-Rasool, dll, sama seperti dilarang menamai mereka dengan nama yang khusus untuk non- Muslim seperti George, Michael, Susan, dll
Nama-nama tiran dan kepribadian jahat harus dihindari seperti Firaun, Qaroon, Abu Lahab, dll. Begitu juga tidak suka menamai dengan nama-nama bab Alquran seperti ‘ Taa Haa ‘atau’ Yaa Seen ‘seperti yang dilaporkan dari Imaam Maalik dan lainnya. Tidak ada hadits otentik yang menganggap kedua hadits di atas sebagai nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga: Diprediksi BIN, Bambang Sunarwibowo: Klaster Nataru Wajib Dicegah Dengan Pelaksanaan Prokes Ketat
Aqiqah: bayi
Setelah hari ketujuh kedatangan yang baru lahir, sebagai bentuk penyambutan untuk itu dan untuk bersyukur kepada Yang memberi berkah, maka ditentukan untuk menyembelih seekor domba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Setiap anak diikrarkan karena’ Aqiqahnya yang dikorbankan untuknya pada hari ketujuh, dan dinamai di atasnya, dan kepalanya dicukur.” [Abu Daawood dan At-Tirmidzi]
Jika yang baru lahir adalah laki-laki maka dua domba harus dikorbankan, dan jika perempuan maka satu domba. Ini adalah posisi mayoritas ulama dan sahabat. Nabi bersabda: “Untuk anak laki-laki dua domba yang sama, dan untuk anak perempuan, seekor domba.” [Ahmad dan At-Tirmithi]
Pengorbanan dilakukan oleh ayah atau kerabat dekat, karena Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan’ Aqiqah untuk kedua cucunya. Juga wajib untuk menyebutkan nama Allah di atasnya saat berkorban, dan jika kerabat dekat melakukan ‘Aqiqah maka dia menambahkan, “Aqiqah ini adalah’ Aqiqah dari ini dan itu” menyebutkan nama orang yang atas nama dia melakukan ‘Aqiqah, seperti yang dilaporkan dalam hadits yang terkait oleh Al-Bayhaqi.

Mencukur kepala bayi:
Pada hari ketujuh setelah lahir, kepala bayi harus dicukur. Maka ketika Al-Hasan lahir, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu putrinya, Faatima radhiallah’ anha: “Cukurlah kepalanya dan berikan berat rambutnya dengan perak kepada orang miskin.” [Ahmad, At-Tabaraani dan Al -Bayhaqi]
Tidak diperbolehkan mencukur sebagian kepala dan meninggalkan sebagian, karena hal ini dilarang oleh Rasul seperti dilansir Al-Bukhari.
Pencukuran harus dilakukan setelah korban, dan para pendahulu kita yang saleh suka mengoleskan parfum ke kepala bayi setelah pencukuran.
Kemudian ditentukan untuk memberikan nilai dari berat rambut bayi dalam perak dalam amal, dan disarankan untuk memberikan amal ini pada hari ketujuh juga, tetapi tidak perlu melakukannya, dan mungkin tertunda.

Sunat:
Dianjurkan agar anak laki-laki disunat, dianjurkan sunat dilakukan pada hari ketujuh, namun wajib disunat sebelum anak laki-laki mencapai pubertas.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *